My Story

Virtual Diary

Creative Blog

Merindukan Tradisi Sungkeman di Tahun Ini

by - Mei 21, 2020

Sanak keluarga berbaris rapih menunggu giliran, bak semut beriring mengambil berkat sisa makanan di meja makan. Bermula dari yang tua lebih dahulu mulai berjongkok dan mencium tangan. Usapan lembut di kepala menjadi penyambut. Rapalan doa paling panjang menjadi mantra paling ampuh membuat kenang di waktu sakral. Sebagai wanita cengeng yang dilahirkan ke bumi, air mata seringkali jatuh tak tertahan mengingat salah dan dosa yang disengaja maupun tidak.

Rasa sedih, bahagia, haru, menjadi pelepas tindakan ampun maaf atas kesilapan di tahun kemarin. Tradisi sungkeman merupakan kebiasaan dan bagian cara lain sebagai bentuk bakti kepada orangtua. Rasa cinta yang tak kunjung habis dimakan usia dalam hal membesarkan, mendidik, melindungi dan semua yang berlabel baik.

Sungkem menjadi pembuka raya di rumah sebelum handai taulan dan tetangga mulai bertandang, karena setelahnya akan berjibaku dengan kegiatan lain yang menyenangkan - apalagi kalau bukan makan-makan. Lidah ini tak berhenti bergoyang mencicip kenikmatan lemang, ketupat, rendang, sambal hati, opor ayam dan sayur labu.

Moment sakral sungkeman sepertinya akan terlewat di tahun ini, social distancing membuat kami harus menjauhkan jarak fisik, walau hati dan rasa sayang tetap tak berjarak. Keadaan membuat hati yang dekat seolah menjauh, namun jangan sampai yang jauh justru semakin jauh.

Selamat Hari Raya...Mohon maaf lahir bathin dari kami dan keluarga untuk siapa pun orang baik yang menyempatkan diri berkunjung ke sini. 💕

You May Also Like

0 komentar