My Story

Virtual Diary

Creative Blog

Motif dan Ragam Batik Jember

by - Mei 28, 2022


Batik


Sudah pernah ke Jember?


Jember selain dikenal sebagai Kota Tembakau juga dikenal sebagai Kota Seribu Gumuk yang berada di antara lereng Pegunungan Raung dan Gunung Argopuro di timur Pulau Jawa. Gumuk sendiri merupakan sebutan dari bentang alam yang berbukit-bukit. Kota ini kaya akan wisata alamnya sehingga berdampak juga dengan tumbuhnya UMKM disekitarnya. 


Pergi ke suatu wilayah, rasanya tak lengkap jika saat berkunjung, melupakan buah tangan sebagai ritual akhir pelengkap wisata. Dibanding hanya sekedar camilan, kalau saya pribadi lebih tertarik berburu kain sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang, entah itu kain songket, tenun, batik dll. 


Jadi teringat pengalaman saat berkunjung ke Sumatera Barat beberapa tahun lalu, hampir ketinggalan rombongan, karena sibuk belanja kain songket Minang di pasar atas Bukittinggi. Mata seolah tersihir dengan keindahan kombinasi benang emas dan perak yang menambah daya tarik kain songket padang dan selendang koto gadang di sana. Dengan nafas tersengal-sengal karena tersadar hampir tertinggal, saya lari sekuat tenaga, rasanya tak elok jika terpisah dari rombongan hanya karena perkara keasikan memilih kain.


Buat kalian pecinta kain dan tertarik dengan batik. Rupanya daerah Jember juga memiliki batik khas, loh! Lokasi batik yang terkenal di Jember berada di Kampung Batik Desa SumberPakem, Kecamatan SumberJambe. 


Kenapa saya bilang Kampung Batik?


Karena para wanita yang tinggal di daerah ini, rata-rata memiliki keahlian membatik sebagai warisan turun-temurun. Salah satu UMKM batik khas Jember di Kecamatan SumberJambe yaitu Batik Tulis Labako. Jangan salah, UMKM Batik satu ini memiliki pangsa pasar yang lumayan juga, bahkan sudah mencapai luar negeri yaitu benua Amerika dan Eropa. Keren ya!


Batik Jember
Sumber pict batik: http://batikjember.com


Keunikan Motif Batik Jember


Motif andalan para pengrajin batik di daerah ini adalah motif daun tembakau. Ukurannya beragam, dari kecil, sedang, hingga besar-besar. Tanah di wilayah Sumberjambe, Jember potensial ditanami tembakau, sehingga Batik Sumberjambe memiliki motif utama yang terinspirasi dari daun tembakau.  


Ada 6 motif yang biasa digunakan dalam produksi Batik Labako yaitu: 


  • Motif daun tembakau coklat
  • Motif daun tembakau kupu-kupu
  • Motif daun tembakau batu
  • Motif daun tembakau merica
  • Motif daun tembakau pohon pisang 
  • Motif daun tembakau bunga kopi


Dilengkapi dengan motif pendukung yaitu sulur dan isen. Isen merupakan kreasi isian pada batik yang berfungsi mengisi pola-pola kosong pada batik sehingga dapat memperindah dan mempercantik kain batik. Warna yang digunakan biasanya dipilih warna-warna cerah pada bagian motifnya, sedangkan bagian latar dipilih warna gelap.


Motif-motif cantik, warna beraneka ragam dan keindahan perpaduannya, memberikan nilai serta keunikan tersendiri dari Batik khas Jember. Tak hanya motif daun tembakau, batik Jember juga kian berinovasi dan memiliki motif lainnya seperti buah naga, cerutu, bambu, kopi, kakao dan budaya. Jenis batik di Jember pun disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Biasanya kelas menengah ke atas, akan lebih tertarik dengan batik tulis. Dikarenakan kualitasnya yang lebih bagus dan harganya yang cukup lumayan. Perihal harga menyesuaikan dengan proses pembuatan dan kesulitan motif batik itu sendiri. Sedangkan kelas menengah ke bawah, rata-rata lebih memilih batik cap, karena harganya yang jauh lebih murah sehingga lebih terjangkau.


JNE Ngajak Online 2022


JNE Ngajak Online 2022 - Gol Aborasi Bisnis Online di Kota Jember


Sebagai upaya menjembatani UKM & UMKM dalam menjangkau pasar yang lebih luas lagi, serta memperkuat branding para pelaku usaha, kini JNE sebagai mitra UMKM di dunia digital menggelar kegiatan yang sangat bermanfaat bagi pelaku usaha yaitu JNE Ngajak Online 2022 – Goll Aborasi Bisnis Online yang nantinya bakal diadakan di 60 kota di seluruh Indonesia. Kota Jember memiliki potensi perkembangan UMKM yang Go Global, sehingga tepat rasanya jika JNE melakukan kegiatan Ngajak Online di kota ini. 


Ngajak Online menjadi angin segar bagi banyak UMKM untuk menambah kiat serta bimbingan dan cara perspektif baru untuk terus maju dan berkembang. Dalam rangkaian kegiatan ini, JNE mengajak pelaku usaha berbagi tips sukses serta membahas mengenai pentingnya transformasi digital untuk mengembangkan UMKM di era New Normal. Karena masih banyak banget kalangan UMKM yang belum akrab dengan dunia digital. 


Di Era New Normal inilah, dapat dijadikan momentum paling tepat untuk percepatan transformasi digital di segala bidang termasuk UMKM. Digitalisasi UMKM diharapkan, mampu menjadikan produk Indonesia semakin berdaya saing, mampu beradaptasi, serta inovatif dalam menghadapi perubahan. Alasan terbesar disebabkan karena pola konsumsi masyarakat yang mulai berubah yakni melalui daring atau online yang kini sudah menjadi gaya hidup dalam berbelanja tak hanya fashion, kesehatan, alat rumah tangga, bahkan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.  


Pelaku usaha harus pintar-pintar mencari dan mengalihkan peluang, rajin evaluasi dan melek digital agar usahanya tidak gulung tikar di era new normal saat ini. Melalui gelaran ngajak online di Jember kali ini, JNE menghadirkan dua narasumber yaitu Fathur Rohman selaku Owner Musae Chips dan Nensi yang merupakan Owner Khadijah Collection. Kedua narasumber akan berbagi kiat-kiat dan strategi yang mereka tempuh agar bisnisnya tetap berkembang saat diterpa pandemi.


Setelah Kota Jember, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Semarang dan terus berlanjut di kota-kota lainnya di Indonesia untuk memberikan edukasi bagi pelaku UMKM. Kalian bisa ikut menyimak materi yang diberikan untuk mengulik ilmu bisnis dari pelaku usaha agar tetap survive di situasi yang serba sulit dan terus semangat mengembangkan bisnisnya. Saya sering menyimak live streamingnya di channel Youtube JNE untuk menambah insight dan ilmu baru yang akan saya terapkan dalam usaha yang sedang saya rintis. Walau liburan usai dan harus balik ke habitatnya masing-masing untuk mulai kerja lagi, macet-macetan lagi, jangan bosen buat gali ilmu bisnis terus ya!



You May Also Like

10 komentar

  1. Senang sekali sekarang banyak perusahaan besar yang berminat dengan UMKM dan pengusaha lokal. Saling sinergi dan kolaborasi

    BalasHapus
  2. waah senangnya semakin banyak perusahaan yang berkolaborasi dengan UMKM, kereen ya, semoga semakin maju ya dengan banyaknya dukungan ini

    BalasHapus
  3. Belum pernah ke Kota Jember. Ternyata batiknya bagus ya. Terus ngejreng lagi. UMKM keren-keren ini bisa bikin motif daun tembakau jadi kain

    BalasHapus
  4. Banyak juga ya motif batik Jember, menarik banget nih dibuat jadi usaha, apalagi jika berkolaborasi dengan JNE melalui Goll Aborasi Bisnis Online.
    Makin sukses deh

    BalasHapus
  5. Salut buat JNE yang merangkul mitra UMKM sampai 60 kota semoga kolaborasinya semakin meluas ke daerah lainnya ya

    BalasHapus
  6. Ternyata batik khas Jember motifnya unik ya mbak. Semoga upaya JNE dalam memajukan UMKM di daerah ini mampu mengangkat hasil kerajinan khas Jember terkenal hingga keseluruh pelosok tanah air bahkan manca negara, supaya perekonomian pun kembali membaik pasca pandemi.

    BalasHapus
  7. Motif batik khas Jember mengingatkanku akan motif batik Madura.
    Warna yang cerah tentu jadi main point batik Jember dengan motifnya yang dekat dengan alam. Gagasan bagus dari JNE yang selalu mengajak kolaborasi para UMKM. Semoga sukses selalu..

    BalasHapus
  8. Wah aku baru tahu nih dengan motif batik Jember ini. Aku suka deh yang warnanya cerah itu. 😍

    Btw, keren ya JNE, kolaborasi dengan UMKM ri berbagai daerah. Semiga nanti bisa dengan semua UMKM di Indonesia.

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah nih ke Jember semoga aja ya bisa kesana sama keluarga dan bisa tengok toko-toko batik.

    Btw event JNE ini memang keren-keren ya, membantu pelaku UMKM gitu, semoga aja terus ada kolaborasi dengan UMKM kota lainnya.

    BalasHapus
  10. Waaahh event JNE seperti ini selalu dinanti oleh UMKM di kota Jogja, semoga ada kesempatan dikunjungi oleh tim JNE yaaa..

    BalasHapus