My Story

Virtual Diary

Creative Blog

Pendidikan Multikultural Strategi Jitu Memperkenalkan Budaya Daerah

by - Juli 25, 2022


"Jika kamu mendidik seorang pria, maka seorang pria akan terdidik. Tapi jika kamu mendidik seorang wanita, sebuah generasi akan terdidik” - Quotes manis dari Brigham Young


Kutipan di atas tentu menjadi motivasi dan penyemangat yang membangkitkan energi positif dalam hal menggapai cita-cita bagi kaum perempuan untuk mencari ilmu. Sebab muasal madrasah anak-anak, kelak ada dalam didikan ibunya.


Pendidikan tentunya akan mengubah pola pikir manusia. Menjadi lebih luas, lebih jauh, lebih matang perihal ilmu yang ia tekuni. Dengan ilmu juga kita belajar memahami dan mempelajari hal baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.


Saya jadi teringat petuah orang tua jaman dahulu. Kita belajar untuk mencari ilmu, namun jangan lupakan juga agama. Agar semua langkah beriringan dalam hal menggapai dunia dan menerapkan nilai luhur dan budi pekerti. Karena Allah menciptakan manusia untuk sebenar-benarnya beribadah dan memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain. Sehingga rasa lelah dalam belajar, putus asa dalam menggapai asa, atau kelak sesekali terjatuh dan terseok dalam menggapai cita-cita, bisa diterima. Memberikan jeda sebentar juga hal yang tak kalah penting. Bukan untuk menyerah, melainkan menyusun banyak rencana.


Memang benar kata pepatah, tak kan lari gunung dikejar, jika lelah akan sesuatu, sudah sepatutnya kita kembali beristirahat. Jika memang sudah waktunya, semua yang terjadi, pasti akan terjadi. Begitu wejangan Fiersa Besari. Hehe. 


Selain usaha yang dapat mengubah jalan hidup, ada hal lain yang tak bisa kita lupakan mengenai garis kehidupan, yaitu takdir. Di sanalah ketentuan hidup telah digariskan.


Si sulung termasuk yang random banget ketika awal memilih universitas. Alasan awal ia ingin masuk Universitas Indonesia (UI) hanya karena Jas Almamater UI warna kuning cerah, keren katanya. Halah! Bahkan sempat sibuk ingin mengejar beasiswa S2 ke Usyd (The University of Sydney) hanya karena bangunannya mirip Hogwarts School di film Harry Potter. 

Ini alasan apalagi? 

Buat saya geleng-geleng kepala saja. 

Sampai akhirnya takdir dan usaha membuatnya masuk kuliah di ITB - Bandung. Kali ini alasannya paling masuk akal, ingin meneliti tumbuhan dan hewan untuk dicari banyak manfaatnya dan bisa dijadikan obat penyembuh. Bahkan ia berencana ingin mencari obat paling ampuh untuk menyembuhkan kanker. Alasan terakhir inilah yang paling masuk akal di kepala saya. 

Alhamdulillahnya keterima, bahkan dulu, saya sempat sekedar berguyon ringan, barangkali jika kuliah di ITB bisa ketemu anaknya Pak Ridwan Kamil, kak. Hehe. Walau kenyataan Aa Eril lebih disayang Allah sehingga dipanggil lebih cepat karena telah menyelesaikan tugasnya di dunia. 

Belajar dimanapun tak harus menuntut nilai bagus, kerja keras saja sesuai kemampuan dan pakai ilmu yang didapat agar bermanfaat. 


JNE berikan donasi beasiswa SMK Bakti Karya Parigi Pangandaran 


Menebar Kebaikan Menjaring Manfaat, JNE Berikan Donasi Beasiswa untuk SMK Bakti Karya (SBK) Parigi Pangandaran


Bicara pendidikan dan menebar manfaat, sejalan juga dengan tagline JNE "Connecting Happiness" yaitu mengantarkan kebaikan. JNE baru-baru ini memberikan donasi beasiswa untuk SMK Bakti Karya (SBK) Parigi Pangandaran. Sekolah ini merupakan yayasan pendidikan yang menyediakan beasiswa penuh bagi siswa/i berasal dari beragam suku di Indonesia yang mewakili ke Bhineka Tunggal Ika-an Indonesia. 


SMK Bakti Karya Parigi Pangandaran ini rupanya telah berdiri pada tahun 2016 dan sudah memasuki angkatan ke 7 kelas multikultural yang berasal dari 7 kota, antara lain: Jayapura, Sorong, Ambon, Kupang, Ujung Pandang, Palembang dan Pekanbaru. 


Pendidikan Multikultural Strategi Jitu Memperkenalkan Budaya Daerah


Pendidikan multikultural dapat dijadikan salah satu strategi untuk memperkenalkan budaya daerah kepada siswa/i sehingga pemahaman mengenai keberagaman budaya menjadi lebih menyeluruh. 


Melihat cermin pendidikan sekarang di Indonesia, komunitas sekolah ada di tengah pertarungan nilai dan perspektif. Keyakinan, paham agama dan nasionalisme dipertentangkan, padahal sejak lama Indonesia telah percaya Pancasila mampu menyelesaikan konflik yang akan timbul karena hal demikian. Itu sebabnya persoalan keberagaman di dalam ekosistem pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting.


Komunitas pendidikan harus mampu menanamkan nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural seperti halnya demokrasi, humanisme, serta menanamkan nilai-nilai keberagamaan kepada para siswa/i. 


Peran JNE dalam mendukung bidang Pendidikan patut saya acungkan jempol. Ekspedisi satu ini memang menjadi salah satu ekspedisi favorit saya, terlebih untuk urusan pembelian barang pecah belah. Selama ini aman-aman saja. Ditambah saya punya WhatsApp abang kurirnya yang terbiasa nganter ke rumah. Bahkan jika di rumah tak ada orang, saya sering kontak melalui wa untuk titip ke tetangga sebelah saja. Hehe. 


JNE terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat luas, termasuk saya pelanggan setianya. Semoga banyak program favorit lainnya yang terus menelurkan manfaat dan berinovasi serta berkolaborasi secara berkesinambungan dan selalu memberikan andil dalam memajukan Indonesia.  




Bhineka Tunggal Ika di JNE bersama Kang Maman 


Di usia 32 tahun, JNE masih dapat berbagi kebahagiaan kepada pelanggan setia dan masyarakat Indonesia. Ada banyak kolaborasi positif yang menebar manfaat seperti santunan anak yatim, pemberian masker di kala pandemi, bahkan selalu paling depan untuk mensupport UMKM untuk melek internet dan Go Digital dengan mendongkrak penjualan online dan donasi beasiswa di bidang pendidikan. Bahkan JNE sejak tahun lalu berkolaborasi dengan Kang Maman Suherman selaku pegiat literasi untuk menggratiskan seluruh kiriman buku, alat peraga dan lainnya agar menumbuhkan minat baca dan literasi bagi anak-anak dan siapapun ke seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan mengirim buku yang jumlahnya mencapai ribuan dan akan terus bertambah bersama Maman Suherman dilakukan sejak Oktober tahun lalu sampai saat ini.


Buku pelajaran, buku rohani, Al-Qur'an, alat peraga dll guna menyalakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di pelosok negeri diantaranya TBM Kereta Pustaka di Tapanuli Tengah Sumatera Utara, TBM di Praya Lombok, Tengah, Jember, Sukabumi, Bau-bau Sultra, Probolinggo, Indragiri Hilir dan masih banyak yang lainnya. 


Kita harus mendukung penuh dan mulai kembali menyalakan Taman Bacaan Masyarakat sebagai perpustakaan kecil, sudut baca, rumah pintar, dan lainnya yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membangkitkan kebiasaan membaca yang menyediakan ruang untuk membaca buku, menulis, berdiskusi dan kegiatan lainnya, yang dilengkapi dengan bahan bacaan, seperti buku, majalah, surat kabar, komik, dan materi multimedia lainnya. Literasi dapat membawa perubahan menjadi lebih baik lagi bagi individu maupun masyarakat luas,” Ujar pria berkepala plontos Maman Suherman yang akrab disapa Kang Maman.


Melalui kacamata pelanggan, saya melihat JNE bukan hanya tentang pengiriman paket saja, namun menelisik dalam berbagai aspek di setiap kehidupan masyarakat yang kerap dalam program-programnya memberikan manfaat banyak kepada masyarakat. Empat sektor baik itu SDM, infrastruktur, teknologi informasi, dan sosialisasi di lingkungan sekitar juga saya rasa termasuk lebih unggul. 


Bahagia rasanya, jika bisa saling berbagi. Pecutan pahala yang menaikkan hormon endorfin. Senyum dan bahagia itu, menular. Terlebih untuk menjembatani dan memajukan pendidikan anak Negeri. Ilmu memang sepantasnya untuk diraih setinggi-tingginya, namun jangan melupakan nilai luhur lain yang lebih penting yaitu menanamkan budi pekerti. Tetap rukun dengan beragam keberagaman budaya, suku dan agama. Jangan lupakan juga perihal solidaritas dan candunya berbagi, agar selalu bermanfaat dan berempati.




You May Also Like

13 komentar

  1. pendidikan multikultural ini membuat wawasan kita pun terbuka jadi kita gak sempit dari pengetahuan ya. makanya sekarang adanya internet membuat aku juga jadi lebih mudah belajar hal baru.

    BalasHapus
  2. Hai Kang Maman apa kabar? ini peulis favoritku, orangnya humble banget. JNE benar-benar top ya. Rasa empatinya begitu tinggi dalam berbagai aspek terutama pendidikan

    BalasHapus
  3. hebat ya JNE
    berkat JNE, banyak anak Indonesia gak takut lagi untuk bermimpi setinggi mungkin
    karena selalu ada kemungkinan menerima beasiswa dari JNE

    BalasHapus
  4. Saya jadi cari tau juga profil SMK Bakti Karya Parigi Pangandaran ini. Kok, kelihatan nyaman sekolahnya karena menyatu dengan alam. Multikulturan juga di sana. JNE pun keren karena kepeduliannya tidak kepada pelanggan setia. Tetapi, juga peduli dengan pendidikan dengan memebrikan beasiswa

    BalasHapus
  5. Bagaimana rasanya ya sekolah di tempat yang multi kultural? Tentu menarik. Keren JNE ada kontribusi seperti ini. Selamat juga ya Mbak anaknya masuk kampus gajah :)

    BalasHapus
  6. Pendidikan multikultural menjadi perekat keragaman informasi Indonesia

    BalasHapus
  7. Sebentar sebentaaaarrr, anaknya mbak Dessy udah ada yang kuliah? Kukira masih usia2 SMP-SD xixixi :D

    Wah ternyata tak hanya ambil bagian di bidag olahraga dan usaha UMKM tapi JNE juga ada di bidang pendidikan ya mbak? Keren nih. Semiag beasiswanya bermanfaat bagi murid2 dalam menimba ilmu di sekoah tersebut.

    BalasHapus
  8. Suka banget dengan kutipan berikut ini "Jika kita mendidik seorang perempuan, berarti kita mendidik generasi bangsa". Itu bener banget karena Ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya. Semua berasal dari seorang Ibu.

    Anak perempuan ku dibesarkan oleh sekolah multikultural mulai dari SMP. Alhamdulillah banyak pembelajaran dan pemahaman tentang perbedaan dan keragaman dari situ. Adaptasinya akan kebhinnekaan lebih tajam.

    BalasHapus
  9. Mbak ya ampun, kelihatan kayak kakak dan adek loh. Bukan ibu dan anak, awet muda banget. Anak-anak juga sukses gitu berkat oeran orang tua, terutama ibunya.

    BalasHapus
  10. Selamat kakak, guyonannya bukan sembarangan ya, jadi doa yang terkabul. Semoga menjadi inspirasi lainnya, seperti JNE nih yang selalu menginspirasi, bukan cuma untuk jasa pengiriman paket aja, ternyata mendukung pula dunia pendidikan

    BalasHapus
  11. SMK Bakti Karya ini di Pangandaran, tapi siswanya banyak yang dari luar Jawa ya. Keren banget.

    Keren juga JNE yang telah memberikan beasiswa untuk anak-anak di SMK Bakti Karya.

    BalasHapus
  12. Masyaa Allah keren JNE. Selalu menebar kebaikan untuk masyarakat Indonesia. Sekarang giliran sekolah yang mendapatkan bantuan, Bukan hanya berpusat ke bisnis dan mendapatkan keuntungan. CSR jalan terus. Semoga sukses terus JNE.

    BalasHapus
  13. Peran seorang Ibu itu emang sangat penting ya untuk mendidik generasi ke depan apalagi untuk pendidikan bagi anak perempuannya semoga berguna bagi nusa dan bangsa dan juga tetap menjalankan peran sebagai ibu dan istri dengan baik

    BalasHapus